;

Monday, August 19, 2013

Thursday, August 15, 2013

Sebuah Ungkapan

Aku ingin kamu bahagia, tertawa, tak lagi memakai topeng ceria di depan orang-orang untuk menyembunyikan kesedihan. Aku yakin kamu bisa! Terus terang, kalau aku hanya menuruti perasaan, mungkin akan banyak mengecewakan banyak orang. Tapi pada akhirnya, aku pun berfikir sihat, aku harus menjadi anak yang shalih yang tidak menjadi beban fikiran orang tua dan mertua, menjadi suami dan ayah yang shalih untuk istri dan anak-anakku, dan memberikan yang terbaik untuk mereka. Alhamdulillah, sampai perjalanan waktu, ajaran agama lebih dalam aku yakini dan kujadikan landasan hidup, yang pada akhirnya, aku hanya menilai tinggal di dunia hanyalah sementara, tak lama. Dan pelajaran ikhlas adalah yang paling berat dalam ajaran agama, karena segala ibadah tanpa keikhlasan tak akan berbuah pahala. Maka aku menjadi tak memedulikan dunia yang seringkali menipu kita dengan segala kenikmatannya. Aku tak peduli kalau harus banyak mengorbankan kebahagiaan yang sebenarnya sangat aku inginkan. Aku hanya ingin orang-orang yang mencintaiku tersenyum bahagia, dan pada akhirnya aku semakin tahu akan kebahagiaan yang sesungguhnya, yaitu saat bisa melihat orang-orang yang kita cintai bahagia dan menganggap betapa berartinya kita bagi mereka. Di sinilah arti pentingnya kita di dunia, bukan kita bahagia untuk orang lain, tapi bagaimana agar orang lain bahagia karena kita. Dan aku anggap inilah pengorbanan yang terbesar dalam hidup. Aku tahu kamu telah lakukan pengorbanan ini, hanya keikhlasan saja yang harus dipertebal. Jangan sampai kita merugi, sudah berkorban dan berusaha ikhlas tapi masih saja menyesali diri, karena ketauilah, ikhlas tak mengenal sedih hati. Jangan sampai kita sudah banyak berkurban, tapi pahala dari Allah kita tak mendapatkannya. Doaku selalu menyertaimu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Petikan di atas merupakan emel yang dikirimkan oleh seorang teman jauh kepada saya beberapa tahun yang lalu. Tak sangka masih ada dalam simpanan saya...Mesejnya sangat ringkas, telus dan menusuk ke dalam jiwa. Benar apa yang diperkatakan olehnya. Hidup kita hanya mempunyai satu tujuan. Dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebut, bermacam dugaan yang perlu dihadapi, berbagai pengorbanan yang perlu dilakukan, banyak hati yang akan terluka dan beberapa jiwa yang akan terseksa. Apabila sampainya waktu, maka tiada apa apa lagi yang mampu untuk kita lakukan.